PUISI-PUISI KITA

SENTUHAN QOLBU


SENTUHAN QOLBU
Ketika terasa raga dah semakin terasa renta
kuraba muka hingga tembus terasa tulang yang terbungkus
terasa smakin dekat dan terasa akan sebuah kelemahan raga dan jiwa yang ada
mungkin terlalu dingin tahajudku dimalam tadi......
mungkin aku terlalu tajut akan sebuah jemputan Tuhan
kurasa tidak..........
aku sadar disaat kuberucap.........
namun .................
memang terasa aku semakin dekat denganNya.
apakah ini sebuah pertanda......

Kencing di Pusara Ayah

Ingin kutelan secuil bumi ini
Andai semua orang tak mampu melihatku
Kuku perkasaku telah cukup kuat
Mangombang-ambingkan pendirianmu
Dalam hentakan permainanku
Kureguk air mata kebingunganmu
Dalam senyum kepuasanku


Aku terlahir dengan uang haram
Susu sapi yang menghidupiku
Kini ku bersimpuh, di pusara ayahku
Kulakukan semua yang dibenci ayah
Apakah aku menang ?

02 April 2002

HATIMU DALAM KEGALAUAN


SENJA DIUJUNG PENGHARAPAN (2)

MEMANG MENANG ...
MEMANG MEGAH...
MEMANG LUAR BIASA ...

BAK KESEMPURNAAN YANG MUNGKIN ADA
DIMANA-MANA TERLIHAT DAN SEMAKIN TERLIHAT
SEBAGAI LAMBANG SEMANGAT YANG MENGGEBU
MENAMBAH SEMANGAT YANG MUDA
DALAM MENGIKUTIMU ...

AKU RAKYATMU TAKUT ...
BUKAN KARNA KELUARBIASANNYA
TAPI TAKUT...
APAKAH YANG AKAN MENGGANTIKANMU MASIH ...
SANGGUP .....
MENGIKUTIMU ...
MENELADANIMU ....
MECARI JALAN DAN TEROBOSAN YANG TERANG ...

TULANG BAWANG ...TULANG BAWANG...
HATIMU DALAM KEGALAUAN ...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.